Wujudnya cinta
Aku terlalu sering bicara tentang cinta. tentang sesuatu yang aku rasakan. yang aku sendiri bahkan tak pernah sadar aku belum pernah melihat wujudnya. Wujud cinta. Wujudnya yang sebenarnya.
aku pernah bertanya hal yang sama pada 2 mantan pasanganku. “Bagaimana supaya aku tahu kau mencintaiku?”
Pasanganku ketika aku berusia 17 tahun, menjawab, “aku selalu mengantarkanmu berangkat dan pulang sekolah, ke tempat les, dan jalan2″
Pasanganku ketika aku berusia 20 tahun menjawab, “pada perempuan lain, selalu mereka yang memulai sms,tapi denganmu,selalu aku yang memulai.”
Dan tak pernah aku tahu jeruk mandarin begitu nikmat rasanya, dimakan beberapa menit setelah menerima komplain dari pasien, dikupaskan dan ditawarkan dengan kalimat “jeruknya manis,kamu sudah makan?”
Dan tak pernah ada orang yang bertingkah begitu manis untukku,sekalipun orang yang bersamaku 2 tahun dan setahun,
Yang bersedia berbagi jaket dan jas hujan, dan membiarkan dirinya kehujannan karena jas hujan yang dibawanya cuma satu. Yang melakukanya tanpa berbasa-basi menawariku,yang melakukannya dengan langkah sigap,aku laki laki yang bisa kauandalkan..
Bagaimana bisa kau mencintai dengan cinta yang tak pernah ku lhat wujudnya sebelumnya. Cinta yang ku agung agungkan.
Cinta yang hanya dengan wujudnya saja, membuat kita merasa dicintai.