write as therapy


Saya ini bodoh atau apa?

Posted in Uncategorized by d-a-jeng on the July 28, 2008

Sulit sekali rasanya memulai cerita yang satu ini, karena ini artinya saya harus mengakui (lagi) secara gamblang kesalahan saya. Mungkin diantara banyak kesalahan yang saya lakukan, ini adalah kesalahan yang membuat saya memaki diri saya sendiri dan tubuh saya secara fisiologis menolak semua hal yang bersangkutan dengan kesalahan saya tersebut. Saya selalu merasa mual dan hampir mutah, entahlah, mungkin psikosomatis yang menyebabkan gastritis saya kambuh.

Semua berawal dari perkenalan saya dengan seseorang di sebuah RS di Surakarta ketika saya harus menjalani tugas praktek saya. Entahlah, dia tampak baik dan sopan, walaupun, dia bukan golongan orang yang mendahulukan sholat, karena ketika kita berjalan-jalan, dia sudah melewatkan 2 waktu sholat, dan itu membuat saya tidak bersimpati padanya. Dia adalah orang kesehatan, dengan jurusan yang sama denganku, tapi entahlah, dia seperti tak terlahir untuk menjadi seorang fisioterapis, karena setiap kali saya bercerita tentang serunya menerapi pasien COB (cedera otak berat) dengan GCS 1-1-1, atau pasien dengan Combustio grade IIB, atau pasien dengan CVA level burnstorm 1,atau pasien paru dengan tumor mediastenum, dia hanya menimpali dengan setengah bercanda, seharusnya tak perlu diterapi..ditunggu saja..(yaa..prognosa baiknya memang kecil sekali…tapi bagaimanapun juga kita harus semangat! coba bayangkan kalau terapistnya saja sudah tidak berpikiran bahwa dia sembuh, apalagi pasiennya???). Selain tidak dapat diidentifikasi sifat idealisme diatas, beliau juga merokok, dan sepertinya bukan masalah besar bila kelak beliau bernasib sama seperti beberapa pasien saya.

Huum..mungkin saya masih terbawa emosi ketika saya bercerita tentang hal diatas, saya jadi membongkar aibnya. Mohon maafkan saya..tapi mau bagaimana lagi…tapi baiknya saya, saya tidak akan menyebut merknya, tenang saja.

Orang itu tercipta satu paket, jadi tentu dia ada baiknya juga, dia adalah orang yang dengan baik hatinya menemani saya ketika saya didiemin oleh sahabat-sahabat saya ketika di Solo, andai tidak ada dia, saya pasti mengenaskan sekali di sana. Dia juga mengantarkan saya jalan-jalan selama di Solo, di saat teman-teman saya lagi-lagi bersikap tak wajar pada saya, alasan itulah yang membuat saya mengiyakan ajakan beliau berjalan-jalan. Kali ini saya seharusnya berterimakasih, terlebih karena beliau membuat saya sanggup mengikhlaskan seseorang yang telah menemani saya kurang lebih 18 bulan yang lalu. Akhirnya saya bisa menghapus semua sms nya yang tersimpan sejak Agustus 2006. (dan ketika saya menulis ini pun saya sadar, apa yang saya lakukan tidak merubah apapun, karena pada hari ini pun saya masih menyayanginya, tepat sama seperti hampr 2 tahun yang lalu, seseorang yang untuk alasan apapun, dia tidak berbuat kesalahan).

Saya baru sadar bahwa kedekatan kami adalah sebuah kesalahan kurang lebih dalam 2 minggu terakhir ini. Setelah saya dihubungi seorang perempuan, dan saya mengetahui beliau sudah memiliki kekasih. Entah untuk alasan apa beliau membohongi kami berdua. Sungguhpun saya tidak memiliki perasaan apapun pada beliau, dan kami berdua tidak memilki komitmen dalam bentuk apapun, adalah sebuah hal yang sangat menyebalkan mengetahui bahwa saya telah dibohongi.

Saya tidak heran jika dia mengatakan statusnya saat berkenalan dengan saya adalah single, tanpa pasangan, bahkan sejak setahun kemarin, jadi tidak masalah bila kami berjalan-jalan berdua, (karena toh mantan saya juga mengatakan hal yang sama pada selingkuhannya, padahal kami sudah menjaga sebuah komitmen sejak 2 tahun sebelum kejadian itu). Yang saya herankan, kenapa saya harus menjumpai spesies yang baru dari buaya darat. Kenapa seorang pria, lebih-lebih pria dewasa tidak bisa dengan secara dewasa menyikapi kesalahan yang dia buat. Maksud saya janganlah bersikap lempar batu sembunyi tangan, jika seorang pria berani membuat komitmen baru pada saat dia sedang memiliki komitmen yang lain dengan orang yang lain, kenapa tidak jujur saja? Saya lebih suka mengatakan lebih baik diselingkuhi daripada dibohongi. Kenapa tidak? Paling tidak kalau terjadi apa-apa semua pihak yang terlibat di dalamnya sudah tahu porsinya dan posisinya masing-masing, jadi tidak ada yang merasa dikhianati satu sama lain.

Weitz..jangan salah, tulisan diatas bukan berarti saya akan baik-baik saja bila saya terlibat dalam sebuah perselingkuhan, saya cukup merasa bahwa diri saya cukup layak untuk menjadi satu-satunya perempuan milik seseorang, saya juga tidak pernah cukup kejam menduakan orang lain, jadi saya tidak pernah setuju dengan kata selingkuh. Hanya saja bila seseorang berselingkuh, alangkah baiknya orang tersebut dengan bijaksananya berterus terang kepada semua pihak yang dilibatkan dalam perselingkuhan tersebut. Atau beliau adalah orang yang tidak punya cukup nyali dan pikiran waras, adalah baik kiranya bila orang tersebut dengan sangat rapi menyimpan perselingkuhan tersebut, dan menjaga perasaan kedua belah pihak, baik kekasih dan selingkuhan. Ini memang adalah ide paling buruk yang pernah terlintas di kepala saya, toh saya sudah sangat muak dan tidak habis pikir kenapa semua pria seperti itu. Ini rasanya seperti sebuah solusi untuk mencegah AIDS dengan kampanye kondom. Tapi tentu saja tetap ada yang harus diingat, toh bangkai tidak dapat disimpan lama.Saya, semakin nyinyir membayangkan bahwa tak kan ada pria yang menghargai dirinya sendiri, sebanyak beliau menghargai komitmen yang sudah beliau buat.

Kelak bila aku punya kekasih…

Posted in trully me by d-a-jeng on the July 2, 2008

Kelak bila aku punya kekasih baru…

Aku takkan marah padanya setiap kali dia lupa membalas smsku, karena sibuk atau kecapekan,

Aku takkan keberatan untuk tidak memanggilnya sayang di depan teman-teman kami, untuk tak diakui sebagai kekasihnya,asal dia nyaman bersamaku,

Aku akan berada disampingnya disaat terberatnya,hanya duduk diam dan menunggunya berbicara,

Aku akan membiarkannya sendiri saat dia ingin sendiri,

Aku takkan menyalahkannya untuk keputusan dan perubahan yang dia lakukan,

Aku takkan marah padanya, walaupun dia bermulut manis kepada gadis lain di depan atau dibelakangku,

Aku takkan keberatan bila dalam sehari, dia hanya memberiku satu senyuman dan melihatku satu kali,

Aku takkan bersedih bila dia lupa menanyakan kabarku, atau apa saja yang sudah kulakukan hari ini tanpanya,

Aku akan memaafkan semua kesalahanya sebelum dia menyadarinya,

Aku akan memberinya semangat saat dia harus membaca 8 handoutnya sebelum musim ujian,

Aku akan membangunkannya di tengah malam agar dia bisa berdoa untuk kami berdua, dan di pagi buta agar dia tidak terlambat kuliah,

Aku akan menjadi gadis yang ia percaya, untuk berbagi mimpinya,

Aku,

Takkan menyalahkannya,ketika suatu saat nanti dia berhenti mencintaiku.