write as therapy


5 Februari 2007

Posted in me and Singo.. by d-a-jeng on the February 6, 2008

Kau tahu Hun,perasaanku aneh sekali hari ini.Aku menunggu dosen pembimbingku seharian di Rumah Sakit,dan aku tak bisa menemuinya.tapi perasaanku baik-baik saja.Paling tidak aku berusaha baik-baik saja.Aku menunggunya di ruang tunggu sambil membaca sebuah novel,judulnya Me Times Three dan mendengar Ronan Keating,When You Say Nothing at All,satu lagu itu saja berulang-ulang.Hun,ada beberapa bagian cerita pada buku itu yang mengingatkanku padamu (selain karena aku memang mudah mengingatmu…)

Apa kau tahu Hun?Tanggal 5 kemarin,kita sudah genap 4 bulan berpisah..dan perlu kau tahu itu berarti banyak untukku.

Aku menangisimu selama 4 bulan,memang tidak setiap hari,tapi kadang sehari 3 kali atau lebih.Aku menangisi apa saja yang terlintas di pikiranku,dan kau tahu jelas aku tak pernah berhenti berpikir.Kebersamanan kita(walau hanya tlepon dan SMS..Apa aku sudah pernah mengatakannya aku begitu kehilangan hal kecil itu?) Semua perdebatan kita,cara kita belajar,tentang kuliah dan hidup,caramu memandang A dan caraku memandang B.Kecemburuanku dan kesibukanmu.Aku meridukanmu setiap menyium aroma parfummu,melipat jaketmu yang terbengkalai,handoutmu yang berserakan dan semua barang-barang pribadimu yang tak pernah kau perlakukan dengan layak.

Kau tahu,2 minggu ini,entah mengapa,sepertinya kita berpisah dalam arti sebenarnya.Dan hal ini membantuku menerima kenyataan bahwa kita memang benar-benar berpisah.Apa kau sadar?Kau tidak membutuhkan pertolonganku sama sekali,Kau meminta orang lain melakukannya untukmu.Kau,tidak,maksudku Kita jarang bicara.Kau ingat,”Hari dimana Kau bilang sebaiknya kita berpisah” Kau menjanjikan tidak akan ada hal yang berubah. Semua akan tetap sama.Dan pada kenyataannya,semua berubah Hun,terimlah kenyataan itu.Kau tak bisa membohongiku lagi!

Tapi menurutku, 2 minggu ini tak terlalu buruk bagiku.Kau tahu Hun,aku berhenti menangisimu.Menangisi semua kenangan kita(karena memang hanya itu yang kita punya),menangisi segala usahaku juga kesalahanku yang membuatmu berpikir bahwa kita memang harus berpisah secepat mungkin.Kau tahu benar bahwa aku tak pernah menginginkan perpisahan,dan usahaku untuk mempertahankannya bisa kutambahi dengan apapun yang kumiliki.Tapi tidak bertemu dan berbicara denganmu selama 2 minggu ini membuat hatiku benar-benar nyaman.Kau tahu aku merasa aman dan bahagia.Dalam arti sebenarnya.

Apa aku sudah bercerita padamu bahwa aku sudah bertemu dengan Perempuanmu yang pertama.Dia cantik dan sepertinya menyenangkan,tapi kita bahkan tidak mengobrol.Dia begitu mirip Perempuanmu yang kedua.Dan sewaktu melihatnya,aku teringat pelajaran yang dia berikan padamu.Dan aku cemburu karena Kau menceritakannya padaku dengan sangat lugas dan meninggalkan gambaran di benakku bahwa dia gadis yang matang dan mandiri.

Kau ingat waktu kita makan malam bersama dengan teman-teman,dan kita termasuk 3 orang yang pulang paling akhir?Kau menceritakan pada seorang sahabatmu tentang perempuanmu yang ke2 dan seolah-olah kau lupa aku juga ada disana.Hun,teman-temanku yang lain bahkan dengan baik hati menceritakan kisah cintamu denganya,bahkan tanpa diminta.Dia selalu ada di benakmu,dan teman-temanmu,dan Kau tak bisa mengelak.

Kau ingat sejauh apa jalan yang sudah kita tempuh?Mungkin bagimu tak lebih dari luasnya Surabaya,lucunya film kartun di bioskop,setangakai mawar putih, pertandingan basket,telepon sampai larut malam,dan teman-teman kita.Kau bahkan tak mengingatku.Bahkan tak ada bagian manis yang patut Kau ceritakan pada temanmu bahwa Kau pernah bertemu Aku,dan belajar sesuatu dariku.Kau tahu.Aku marasa seperti orang yang tak pantas diingat,bahkan bila aku mati nanti.

Aku berubah pikiran.Akan lebih mudah buatku untuk melupakanmu,kalau saja kau menyelingkuhiku dengan Perempuanmu yang ke4.Tapi sayangnya Kau tidak melakukannya,Kau bahkan tetap nampak sempurna seperti ketika akan kutinggalkan.

Aku ingin membahagiakan diriku.Aku membeli semua barang yang kusuka.Aku memakai cat kuku pada semua kuku ku.Aku berdandan cantik seolah aku akan berkencan setiap hari. Aku tertawa.Aku makan semua makanan dan jajanan yang ku inginkan.Aku tak pernah berkata tidak pada diriku sendiri.

Aku akan benar-benar meninggalkanmu sekarang.Kau akan kesulitan mencariku.Lagipula Semester akhirku tak semudah yang ku harapkan.Aku tak takut kalau-kalau ada yang mengataiku tidak professional,aku lelah bersikap manis dan menyenangkan banyak orang.Aku sedang tidak mengejar award Staf terbaik,lagipula aku sudah mendapatkannya tahun kemarin.Aku benar-benar hanya peduli pada diriku sendiri.Aku tak pernah mengatakan tidak pada setiap permintaanmu,bahkan ketika Kau ingin kita berpisah.Jadi kuharap ini juga tidak akan mendapat jawaban serupa.Kau tahu aku selalu menyalahkan diriku,dengan berpikir bahwa,diantara kita,akulah yang bersalah,dan kupikir aku sudah cukup lelah menanggungnya.Aku akan berpikir,Kau telah tiada,jadi bila aku merindukanmu sewaktu-waktu aku akan berdoa,supaya Tuhan yang menjagamu.

Aku mungin akan menikahi seseorang.tapi itu kulakukan bukan karena kamu atau ibuku.Aku akan melakukannya untuk diriku sendiri.

Soal alasan kenapa kita berpisah entah kenapa,aku kadang ingin tahu,kadang juga tidak.Jadi katakan saja bila Kau sempat,atau jika tidak katakan saja lewat email atau chat (separti saat kita berpisah dulu..)

Maaf aku melanggar janjiku,tapi aku sudah benar-benar lelah menangis.

Surabaya

, 5 Februari 2007

Ini,buat Whana…

Posted in best friend.. by d-a-jeng on the February 1, 2008

Blessing for a Marriage

James Dillet Freeman

May your marriage bring you all the exquisite
excitement marriage should bring,
and may life grant you also patience,
tolerance, and understanding.
May you always need one another -
not so much to fill your emptiness
as to help you to know your fullness.
A mountain needs a valley to be complete;
the valley does not make
the mountain less, but more;
and the valley is more a valley because
it has a mountain towering over it.
May you need one another, but not out of weakness.
May you want one another, but not out of lack.
May you entice one another, but not compel one another.
May you embrace one another, but not out encircle one another.
May you succeed in all important ways with one another,
and not fail in the little graces.
May you look for things to praise, often say, "I love you!"
and take no notice of small faults.
If you have quarrels that push you apart,
may both of you hope to have
good sense enough to take the first step back.
May you enter into the mystery which is
the awareness of one another’s
presence - no more physical than spiritual,
warm and near when you are
side by side, and warm and near when
you are in separate rooms
or even distant cities.
May you have happiness,
and may you find it making one another happy.
May you have love, and may you find it loving one another.