Singa dan Sabana
Singa dan sabana.Singa yang merdeka dan sabana yang lapang.Tidak terlalu terik memang,matahari bersinar,singa berlarian,kadang bermalas-malasan di sabana.Singa sendiri.Benar-benar sendiri menurutnya.Tidak sepenuhnya sendiri sebenarnya.Dia hanya memilih sendiri.Dia Singa yang merdeka.Dengan kaki yang kokoh dan cakar yang kuat,dia yakin bisa mendapatkan apa saja yang diinginkannya.Singa sendiri.Walau tak benar-benar sendiri.Lagipula siapa yang bisa membiarkanya sendiri.Dia singa yang menawan.Singa yang gagah dengan bulu lebat emas berkilauan.Dengan taring dan geraham tangguh.Dia Singa yang tangguh.Singa yang nyaman dengan Sabananya.
Suatu hari Singa tak lagi di sabana.Singa pindah ke atas tebing.Ini semua atas pilihanya.Karena sekali lagi,dia Singa yang merdeka.Singa berdiri dengan wajah menatap lurus ke depan,Angin tebing membelai bulu-bulu wajanya.Menyenangkan.Dia menikmatinya.Singa,sekarang dia punya kawanan.Kumpulan singa lain yang mempercayakan padanya kelanjutan hidup mereka.Kumpulan Singa yang mempercayainya.Singa Menjadi raja.Raja dengan rakyatnya.Singa memandang sabana dari tepi tebing.Singa menatap dari kejauhan,tanpa tau dia sudah menjauh dari sabana.
Sabana.Hanya rumput kering tempat bermain Singa.Hanya ada beberapa pohon rindang di dalamnya.Tidak terlalu segar rumputnya,angin musim panas membuatnya layu dan tak segar.Hanya angin sepoi yang dimiliki Sabana.Begitu bahagia Sabana,setiap mengingat Singa dulu bermain. Sabana rindu pada Singa.Mengingat bagaimana Singa mengajarinya keberanian menghadapi ketidakpastian hidup.Mengajarinya bagaimana bersenang-senang dengan rumput yang setengah kering,angin yang sepoi-sepoi dan pohon yang menghijau daunnya walau rimbun.Sekarang tanahnya kering.Sabana sendirian.Benar-benar sendirian.
Singa.Punya janji yang belum ditepati pada sabana.Janji suatu saat akan kembali dan membereskan hal yang belum dibereskan.Sabana menunggu dengan lapang.Ini menyakitkan,bagi Singa dan Sabana.Kelak bila saatnya tiba,bila Singa menemukan padang rumput hijau yang luas dan segar,Biarkan Sabana tahu. Segala sesuatu memang harus terjadi sebagaimana semestinya.Tentang Singa dan sabana.
Singa tak lagi menatap lurus kedepan,dia menoleh ke belakang,ke arah kawananya.Mereka membutuhkanya,jauh lebih daripada Sabana membutuhkannya.Mereka tau itu.Tak mungkin Singa membawa kawananya kembali ke Sabana,dia pasti memilihkan tempat yang layak.Tempat dimana rumput-rumput segar dijumpai,sungai dengan aliran air menyejukkan,angin sepoi yang nyaman dan jauh dari Sabana.Benar,Sabana tak memandang Singa.Biar berjalan apa adanya.Hanya doa yang tak pernah putus.Semoga Singa bahagia,di masa-masa selanjutnya.
Singa dan Sabana,tentang cinta yang seharusnya tak pernah ada.
cinta..cinta..
Siapa yang belum pernah patah hati?
Semua sudah pernah patah hati..bahkan aku pun yang seharusnya sudah lewat dari masa akut,masih sakit..kalo tiba tiba ingat..jadi iri pada orang dengan alzheimer..bisa ga inget apa2..
Sebenernya kenapa bisa patah hati??
Waktu sadar,kita sudah jalan sendiri2..atau waktu sadar kalau cinta sudah tak ada lagi?
Sebenarnya darimana asalnya?
kok bisa ngga ada lagi?bukanya dulu,waktu indah2 nya..semua seperti tidak ada akhirnya..
Kata orang cinta itu anugerah. Dikasi cuma-cuma oleh Tuhan.Bukanya, kalau anugerah itu seharusnya indah??
Cinta memang indah.Ga ada yang salah dengan cinta. Bahkan ketika salah satu dari pelakunya mulai terluka, yang menjadi tertuduh juga bukan cinta, tapi salah satu individu, bahkan ga jarang jadi mendiskreditkan salah satu jenis kelamin.
Cinta..cinta..benar kata Ti Pat Kai..
Semalam aku befikir keras,sebenernya,kenapa aku bisa patah hati.. Padahal begitu merepotkan,nafsu makan hilang,ga bisa belajar padahal udah mulai UAS,bawaanna melow terus..lama2 bisa sakit jiwa beneran..sebentar nangis,sebentar ketawa..
Kalo cinta itu anugrah,berarti kan dikasi cuma2?berarti waktu sudah ga cinta itu artinya cintanya diambil dunk?Nah, kalo gini bisa dilogika, jadi patah hati baru mungkin terjadi kalo cinta di kedua pihak ga diambil di saat yang bersamaan..
Trus,sekarang pertanyaannya..
Kenapa Tuhan tidak mengambil kedua cinta disaat yang bersamaan?
ada lain teori lagi,katanya..
cinta itu pilihan
Hidup itu penuh pilihan,bahkan ketika kita cinta sama seseorang kita bisa memilihnya dengan kesadaran penuh.seorang seniorku pernah mengajukan pilihan " Nduk, kamu lebih milih orang yang sayang kamu atau orang yang kamu sayang? "
dan aku menjawab,orang yang aku sayang lah..
Seniorku bilang itu adalah pilihan yang penuh resiko,karena sangat rawan patah hati.
but,that’s me!
Paling tidak,resiko yang kuambil adalah hasil keputusanku,tanpa tendensi dalam bentuk apapun.Siapa yang bisa menjamin berapa lama orang jatuh cinta?Paling tidak aku yang paling tau kapasitas diriku.Aku bisa mencintainya sampai mati kalau aku mau.
Tidak ada garansi!
Orang yang kau kenal selama 4 tahun, memintamu menjadi kekasihnya pada tahun ke 5,memintamu menikah dengannya pada tahun ke 7 dan menyelingkuhimu dengan teman sekelasnya di mata kuliah teknologi pangan pada setengah tahun berikutnya.
Atau orang yang kau kenal pada tahun ke 2 kuliahmu.Yang berbagi semua kebijaksanaan hidup dan bahwa tak dosa jika punya impian. Yang hanya memintamu untuk benar2 siap2 patah hati suatu hari nanti.Dan kemudian mengatakan,semua sudah bersakhir..dan semua karena salahmu..dan kau menyakitinya.Padahal dia tahu benar bahwa menyakitinya adalah hal terakhir yang sanggup dilakukanmu untuknya.
Cinta bisa datang kapan saja.
karena dia benar2 sebuah anugerah.
dan pilihan untuk mempertahankannya adalah pilihan selanjutnya.
Karena cinta seharusnya tanpa tendensi,jadi berawal dan berakhir tanpa alasan.
Bila ada yang bisa ku pinta dari Tuhan.
Jika cinta yang ada padanya sudah Kau ambil, kenapa yang padaku belum?
Ya Tuhan,ambil kembali..
aku sudah sakit sekali..
atau ambil nyawaku sekalian..biar aku tenang bersamaMu..